Setiap tanggal 9 Februari, hati saya bergetar dengan rasa bangga sekaligus tanggung jawab yang mendalam. Hari Pers Nasional, sebuah momen sakral bagi kami para insan pers, kembali menyapa di tahun 2026 ini. Tiga pilar kokoh terbentang di hadapan kita: 'Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat'. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari harapan kita bersama akan peran pers yang semakin vital.
Saya pribadi merasakan langsung bagaimana pers yang sehat, yang bebas dari intervensi dan mampu menyajikan informasi akurat, menjadi penopang utama bagi tegaknya ekonomi yang berdaulat. Ketika masyarakat terinformasi dengan baik, mereka dapat membuat keputusan yang cerdas, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pengalaman saya bertahun-tahun di lapangan mengajarkan bahwa kebenaran dan objektivitas adalah kompas utama kita.
Bayangkan sebuah bangsa yang kuat. Kekuatan itu tidak hanya diukur dari pertahanan fisiknya, tetapi juga dari kecerdasan kolektif warganya. Pers yang sehat berperan sebagai pendidik, penyebar informasi, dan fasilitator dialog yang membangun. Melalui karya jurnalistik yang mendalam, kita turut serta membentuk pemikiran kritis, memperkuat literasi, dan pada akhirnya, mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
Perhelatan Hari Pers Nasional 2026 ini menjadi pengingat krusial akan pentingnya menjaga ketiga pilar tersebut. Kita berharap momentum ini dapat terus mendorong profesionalisme di kalangan jurnalis, meneguhkan kemandirian media dari berbagai kepentingan yang dapat mengkerdilkan fungsinya, serta senantiasa memperbesar kontribusi pers dalam setiap sendi pembangunan nasional yang berorientasi pada keberlanjutan.(**)

Updates.