BUKITTINGGI - Setahun sudah kepemimpinan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dan Wakil Wali Kota, Ibnu Asis, sejak dilantik pada 20 Februari 2025 di Istana Negara. Di bawah arahan mereka, seluruh perangkat daerah bahu-membahu mewujudkan visi besar: Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya. Sebuah perjalanan yang penuh dedikasi, diiringi harapan untuk membawa kota ini melesat maju.
Visi ambisius ini dijabarkan dalam lima misi utama yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, beriman, dan berdaya saing, hingga pengembangan ekonomi masyarakat yang adil dan berbasis sektor unggulan daerah. Tak lupa, pembangunan infrastruktur yang terpadu, merata, dan inklusif menjadi prioritas, sejalan dengan penguatan perlindungan sosial serta kesejahteraan masyarakat. Semuanya dibalut dalam tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan mengedepankan pelayanan.
Berbagai program unggulan telah diluncurkan, menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga Bukittinggi. Sektor pendidikan dan karakter diperkuat melalui program 'Surau Gemilang' dan 'Pendidikan Gemilang'. Pelayanan kesehatan ditingkatkan lewat 'Sehat Gemilang' dan upaya mencapai 'Universal Health Coverage'. Sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata digenjot melalui 'Pariwisata Gemilang' dan 'Bukittinggi 1001 Event Gemilang'. Generasi muda pun didukung melalui '1000 Start Up Gemilang', sembari gencar mengupayakan Bukittinggi bebas banjir, bebas sampah, dan bebas pungli.
Salah satu bukti nyata komitmen Ramlan-Ibnu yang terasa begitu dekat di hati masyarakat adalah program 'Pendidikan Gemilang'. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah berhasil membagikan seragam gratis untuk para pelajar SD dan SMP. Inisiatif ini tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta, menunjukkan kepedulian yang merata. Hingga kini, tercatat 5.691 pelajar telah menerima manfaat langsung dari program ini, dengan rincian 3.195 seragam untuk SD dan 2.496 untuk SMP.
“Tahun 2025, total anggaran untuk seragam sekolah gratis ini sebesar Rp3, 5 miliar dari APBD. Ini kita harapkan dapat mengurangi beban orang tua dalam memenuhi hak pendidikan anak-anak mereka, ” ungkap Wali Kota Ramlan, saat momen pembagian seragam gratis untuk pelajar SD, yang berlangsung di halaman balai kota pada 11 September 2025.
Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah ini bukan sekadar pemberian semata, melainkan cerminan nyata komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam pemerataan fasilitas pendidikan. Diharapkan, inisiatif ini mampu memupuk semangat belajar dan menciptakan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kota Bukittinggi. Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga, mencegah angka putus sekolah, serta memastikan setiap anak meraih pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas.
“Bantuan yang diserahkan untuk pelajar SD dan SMP ini, berupa pakaian seragam sekolah lengkap dengan atribut, sepatu beserta kaus kaki, serta tas sekolah. Melalui kegiatan ini, Pemko Bukittinggi berupaya memastikan setiap anak di Kota Bukittinggi memperoleh fasilitas pendidikan yang layak sesuai visi dan misi pembangunan daerah, ” tambah Wakil Wali Kota, Ibnu Asis.
Tak berhenti di situ, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan turut mengawal program unggulan lainnya. 'Surau Gemilang' dan 'Generasi Gemilang' menjadi wadah peluncuran program koding dan kecerdasan artifisial. 'Bukittinggi 1001 Event Gemilang' terus bergulir, bersamaan dengan dukungan bagi guru muda dalam pembuatan media pembelajaran dan penelitian, serta persiapan monumental peringatan 100 tahun Jam Gadang. Kolaborasi dengan Dinas PUPR juga membuahkan hasil nyata, seperti kelanjutan pembangunan SDN 08 Campago Ipuah.
Sebagai Kota Wisata yang memikat, Bukittinggi menjadi magnet bagi pengunjung dari seluruh penjuru negeri. Wali Kota Ramlan Nurmatias dan Wakil Wali Kota Ibnu Asis menyadari potensi ini dan mengusungnya dalam program 'Pariwisata Gemilang'. Realisasi program ini dalam setahun terakhir sungguh memukau, fokus pada penguatan estetika dan pelestarian ikon kota demi menarik minat wisatawan.
Penataan yang dilakukan meliputi pengecatan Jam Gadang, Jembatan Limpapeh, perbaikan infrastruktur pendukung pariwisata, hingga penguatan edukasi dan informasi wisata. Hasilnya pun tidak main-main. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata saat libur lebaran 2025 lalu menembus angka fantastis, lebih dari Rp2, 9 miliar. Bahkan, kunjungan wisatawan ke Bukittinggi pada tahun 2025 mencatat rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir, dengan 926.035 jiwa yang mengunjungi objek wisata berbayar.
Dinas Pariwisata Bukittinggi juga menjadi motor penggerak di balik suksesnya '1001 Event Gemilang'. Sepanjang 2025, berbagai acara berskala lokal, nasional, hingga internasional sukses digelar di kota ini. “Bukittinggi merupakan kota tamu. Harus banyak event yang dilaksanakan, salah satu yang telah dilaksanakan, Minang Geopark Run, yang akan dijadikan kalender pariwisata Bukittinggi. Sport Tourism akan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bukittinggi, sebagai upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, ” jelasnya.
Upaya pemulihan ekonomi yang sempat terpengaruh bencana pun membuahkan hasil. Setelah sempat menyentuh angka 3, 92%, pertumbuhan ekonomi Bukittinggi kembali menggeliat dan melampaui angka 4% setelah penyelenggaraan salah satu acara besar, MTQN ke-41. “Kita harap, dengan berbagai event yang dilaksanakan, pertumbuhan ekonomi semakin meningkat, ” harapnya.
Tak hanya itu, rentetan penghargaan pun menghiasi pencapaian Pemerintah Kota Bukittinggi di bidang pariwisata. Pengakuan paling membanggakan datang dari tingkat regional ASEAN, di mana Bukittinggi terpilih sebagai salah satu dari lima kota di Indonesia yang meraih predikat 'ASEAN CLEAN TOURIST CITY 2026-2028'. Prestasi ini diraih berkat Indeks Pembangunan Kepariwisataan yang mencapai nilai 3.93, sesuai Peraturan Menteri Parekraf No. 2 Tahun 2024. Penghargaan ini menegaskan komitmen Bukittinggi dalam mewujudkan kota wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi kelas internasional.
Lebih dari itu, berbagai program unggulan lainnya terus direalisasikan. Setiap SKPD berlomba mewujudkan 16 program unggulan yang telah dicanangkan sejak awal masa kepemimpinan. Mulai dari program PKL naik kelas, angkot gratis untuk pelajar, perlindungan sosial masyarakat sejahtera, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD, ketersediaan ambulance siaga, antar-jemput pasien, serta penambahan puskesmas di Birugo. Pembangunan infrastruktur, perbaikan drainase, dan pemenuhan air bersih juga menjadi fokus utama, bahkan didukung penuh oleh Kementerian PU dengan bantuan lebih dari Rp43 miliar untuk program air bersih.(Lindafang)

Updates.