Jakarta – Momen bersejarah 100 Tahun Jam Gadang pada 2026 mendatang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melakukan kunjungan strategis ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta pada Selasa (10/02) untuk mematangkan rencana perayaan ikon kota yang telah mendunia itu.
Dalam pertemuan yang hangat di ruang rapat Kementerian Kebudayaan RI, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disambut langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S, M.Sc., beserta jajaran Direktur Jenderal. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah proaktif untuk memastikan perayaan satu abad Jam Gadang berjalan meriah dan bermakna.
Wali Kota Ramlan Nurmatias memaparkan visi besar di balik peringatan 100 Tahun Jam Gadang (1926–2026). Ia menegaskan bahwa perayaan ini dirancang sebagai momentum emas untuk mengukuhkan kembali identitas sejarah dan kekayaan budaya Bukittinggi. Lebih dari itu, acara ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota perjuangan yang kaya akan nilai-nilai luhur, sekaligus memperkenalkan warisan budaya daerahnya ke kancah nasional bahkan internasional.
“Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol perjalanan panjang bangsa. 100 tahun Jam Gadang ini merepresentasikan perjalanan dari masa kolonial menuju kemerdekaan dan persahabatan antarbangsa, sehingga peringatannya harus diisi dengan kegiatan edukatif, kultural dan berskala Internasional, ” jelasnya.
Berbagai agenda menarik telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan akbar ini. Mulai dari 'Jam Gadang Cultural Night', seminar berskala nasional dan internasional, lomba fotografi internasional, pameran 100 foto historis Jam Gadang, pekan sinema, hingga promosi pariwisata yang digadang-gadang akan menarik minat wisatawan. Tak ketinggalan, bazar UMKM masyarakat akan turut memeriahkan acara, sejalan dengan program unggulan 1001 Event.
“Pemerintah Kota Bukittinggi berharap peringatan 100 tahun Jam Gadang menjadi ruang refleksi lintas generasi untuk merawat warisan budaya serta memperkuat ekosistem kebudayaan daerah secara berkelanjutan, ” ungkapnya.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyambut baik dan memberikan apresiasi mendalam atas rencana yang dipaparkan. Beliau melihat adanya potensi besar untuk menyelaraskan beberapa kegiatan dengan program yang telah berjalan di Kementerian Kebudayaan, khususnya Program Dana Indonesiana yang memang bertujuan untuk memajukan kebudayaan nasional.
“Kami mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan rangakaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang. Ini masih ada waktu untuk melakukan sinkronisasi beberapa kegiatan dengan program yang ada di Kementerian Kebudayaan. Sehingga nantinya akan ada kolaborasi baik itu dalam hal steknis pelaksanaan kegiatan maupun pendanaannya, ” terang Fadli Zon.
Lebih lanjut, Menteri Fadli Zon memberikan saran berharga agar program ini juga disosialisasikan kepada lembaga legislatif dan eksekutif lainnya. Tujuannya, agar semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap perhelatan akbar 100 Tahun Jam Gadang dapat dirasakan oleh seluruh elemen bangsa.

Updates.