Ade Rezki Pratama Gerakkan Bukittinggi Waspada Penyakit Infeksi Emerging, Kemenkes Tekankan Deteksi Dini dan GERMAS

    Ade Rezki Pratama Gerakkan Bukittinggi Waspada Penyakit Infeksi Emerging, Kemenkes Tekankan Deteksi Dini dan GERMAS
    Sosialisasi Germas bersama Ade Rezki Pratama SE MM

    Bukittinggi, 3 Maret 2026 – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menggelar Sosialisasi Antisipasi Penyebaran Penyakit Infeksi Emerging Berbasis Masyarakat di Gedung Pertanian Kota Bukittinggi, Senin (3/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyakit menular.

    Turut hadir Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes RI, La Ode Hane, S.KM., M.Kes; Epidemiolog Kesehatan Ahli Pratama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Nining Fajri, S.KM.; Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, S.KM., MKM; unsur Forkopimda, Camat Guguk Panjang, Kapolsek Bukittinggi, serta Danramil 01 Bukittinggi.


    Ade Rezki: Penyakit Infeksi Harus Dicegah Sejak Dini

    Dalam sambutannya, Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa kesehatan sering kali terasa berharga ketika seseorang sudah jatuh sakit. Ia mengingatkan berbagai penyakit infeksi seperti COVID-19, MERS, polio, meningitis hingga kusta masih menjadi ancaman jika kewaspadaan menurun.

    “Melalui sosialisasi ini, kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar penyakit infeksi emerging tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa atau bahkan pandemi, ” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap penguatan layanan kesehatan di Bukittinggi melalui alokasi anggaran sekitar Rp20 miliar, termasuk pengadaan dua unit ambulans untuk Puskesmas Rasimah Ahmad dan Puskesmas Gulai Bancah.


    La Ode Hane: Polio dan MERS Masih Mengintai, Deteksi Dini Kunci Pencegahan

    Dalam pemaparannya, La Ode Hane menegaskan bahwa meskipun pandemi COVID-19 telah berlalu, ancaman penyakit infeksi emerging masih ada. Ia menyebut polio masih menjadi perhatian pada 2024 dan perlu diantisipasi bersama.

    Selain itu, penyakit MERS yang masih ditemukan di kawasan Timur Tengah juga harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke wilayah tersebut. Gejala seperti demam, batuk, dan gangguan pernapasan harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

    Menurutnya, langkah utama pencegahan meliputi:

    Surveilans dan deteksi dini

    Pelaporan cepat apabila ditemukan kasus

    Respons penanggulangan yang tepat

    Edukasi berkelanjutan kepada masyarakat


    “La Ode Hane menekankan pentingnya kewaspadaan bersama agar tidak terjadi kejadian luar biasa seperti yang pernah dialami saat COVID-19, ” ujarnya.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.


    Materi Kadis Kesehatan: Pengertian dan Ciri Penyakit Emerging

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, menjelaskan bahwa penyakit infeksi emerging adalah penyakit infeksi yang baru muncul dalam suatu populasi atau penyakit lama yang meningkat cepat jumlah kasus maupun wilayah penyebarannya.

    Penyakit ini dapat berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), bahkan wabah atau pandemi jika tidak segera dikendalikan.

    Ciri-cirinya antara lain:

    Muncul tiba-tiba

    Penyebarannya cepat

    Dapat menyebabkan gejala berat hingga kematian

    Berpotensi menyebar lintas daerah dan negara


    Ramli menegaskan bahwa seluruh penyakit infeksi emerging dapat dicegah melalui pelaksanaan GERMAS dan pemeriksaan kesehatan rutin di Puskesmas.

    Himbauan untuk Masyarakat

    Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diimbau untuk:

    1. Rutin mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.


    2. Menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan.


    3. Menerapkan etika batuk dan bersin.


    4. Tidak bepergian jika dalam kondisi sakit.


    5. Melengkapi imunisasi dasar anak, termasuk vaksinasi polio.


    6. Melakukan vaksinasi meningitis dan polio bagi pelaku perjalanan ke Timur Tengah.


    7. Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, kaku kuduk, atau kejang hingga 21 hari setelah dari negara terjangkit.


    Kegiatan ditutup dengan ajakan agar masyarakat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

    “GERMAS adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kesadaran kolektif, kita bisa mencegah wabah dan menjaga kesehatan keluarga, ” tutup Ade Rezki Pratama.

    Pewarta: Lindafang 

    bukittinggi sumatera barat
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    Jajaran Polresta Bukittinggi Berbagi Takjil...

    Artikel Berikutnya

    Wawako Bukittinggi Jawab Fraksi DPRD soal...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jasa Raharja: 3.712 Surat Jaminan Terbit, Korban Kecelakaan Idulfitri 2026 Terjamin
    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran

    Ikuti Kami