Berliana Betris S,IP Dorong Penyuluhan di Sekolah untuk Cegah Bullying dan Perkuat Pemberdayaan Perempuan

    Berliana Betris S,IP Dorong Penyuluhan di Sekolah untuk Cegah Bullying dan Perkuat Pemberdayaan Perempuan
    Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Berliana Betris S.IP

    Bukittinggi – Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Berliana Betris S.IP menegaskan pentingnya langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran pelajar terhadap isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, terutama di tengah maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

    Menurut Berliana, program penyuluhan ke sekolah-sekolah harus segera direalisasikan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi.

    “Rencana kita ke depan, setiap sekolah perlu mendapat penyuluhan tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kita akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan agar kegiatan ini berjalan berkesinambungan, ” ujar Berliana di Kantor DPRD Kota Bukittinggi, Senin (3/11/2025).

    Ia menambahkan, persoalan bullying saat ini menjadi perhatian serius. Banyak siswa yang menjadi korban, baik secara fisik maupun mental. Karena itu, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah legislator di luar daerah untuk memperkuat dasar hukum perlindungan bagi anak.

    “Rencananya, akan ada pembahasan rancangan undang-undang tentang bullying yang juga melibatkan anggota DPRD dari Bekasi. Ini penting, karena kasus perundungan di kalangan pelajar akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan, ” jelasnya.

    Sebagai anggota DPRD yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Berliana berharap seluruh pihak — baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua — dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

    “Kita ingin Bukittinggi menjadi kota yang ramah anak. Semua harus ikut terlibat. Anak-anak kita perlu didampingi, disadarkan, dan dilindungi agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter, ” harapnya.

    Berliana menegaskan, penyuluhan yang dirancang tidak hanya berfokus pada bahaya bullying, tetapi juga penguatan karakter dan pemahaman tentang kesetaraan gender, sehingga siswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang saling menghargai dan bebas dari kekerasan.(**)

    bukittinggi sumatera barat
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    Tim Dokkes Polresta Bukittinggi Lakukan...

    Artikel Berikutnya

    DPRD dan Pemko Bukittinggi Sepakati KUA-PPAS...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jasa Raharja Perkuat Pengamanan Arus Balik Lebaran 2026
    Jasa Raharja: 3.712 Surat Jaminan Terbit, Korban Kecelakaan Idulfitri 2026 Terjamin
    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta

    Ikuti Kami