Bukittinggi – Aktivitas tanah bergerak kembali muncul di kawasan bibir Ngarai Sianok, Senin (24/11) pagi. Sedikitnya 60 warga Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang (BKCR) terpaksa mengungsi setelah permukaan tanah di sekitar permukiman mereka tampak retak dan mulai ambles.
Lurah BKCR, Westi Wismar, mengatakan laporan pertama datang dari warga sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa warga melihat tanah di dekat rumahnya bergeser perlahan usai hujan yang turun sejak dini hari.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, sekitar 60 warga kita evakuasi sementara. Ada yang dari rumah penduduk, ada juga mahasiswa dan pelajar yang tinggal di kos-kosan, ” ujar Westi.
Permukiman yang dihuni warga tersebut berada tepat di tepi Ngarai Sianok, salah satu titik rawan longsor di Bukittinggi. Sejak dua hari terakhir, hujan deras membuat kondisi lereng semakin labil.
Warga kini ditempatkan di kantor lurah dan masjid yang lokasinya lebih jauh dari tebing. Evakuasi dilakukan bersama BPBD, personel TNI, dan Polri. Petugas terlihat hilir-mudik membantu warga membawa dokumen penting dan barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
Hingga siang hari, tim gabungan masih memantau pergerakan tanah di lokasi. Garis pembatas dipasang di beberapa titik untuk mencegah warga kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman.(**)..

Updates.